Search

Anak-anak ku

Juli 14th, 2010 by dikiw

Seorang ayah yang mempunyai kasih sayang yang sangat melebihi segalanya kepada anak-anak tercintanya. Memulai dengan memohon diawal penciptaanNya, Ya Allah Azza Wa Jalla, Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung Yang Kekuasaanya dan Kehendaknya melebihi segala yang ada, aku tidak sanggup membandingkan KeagunganMu dengan yang lain, Yang telah menjadikan aku seorang manusia, bersyukur aku jadikan seorang manusia, sujudku dan syukurku yang tidak akan pernah bisa membalas pemberianMu kepada ku. Ya Allah sekiranya hamba dipercaya untuk diberi keturunan, berilah hamba keturunan anak yang sholeh, yang kelak akan bersyujud dan bersyukur kepadaMu, berilah hamba Ya Allah.

Kun Fayakun Allah mudah menjadikan apa yang Dia kehendaki, dari sinilah mulai kehadiran anakku, istriku mual dibarengi muntah-muntah, merasa khawatir akan keadaan istriku, membawanya ke dokter. Cintaku semangkin besar tak terbendung, ketika dokter memastikan istriku hamil. Ya Allah Engkau kabulkan do’a ku….., terimalah sujudku Ya Allah atas nikmat Mu mengabulkan doa karena Kemurahan atas pemberianMu ini, lindungilah dan besarkanlah anakku dalam rahim istriku, karena aku tak punya daya untuk itu hanya tanganMulah yang sangat mungkin dan sanggup, aku mohon Ya Allah. Peranku hanya menyediakan nutrisi dan vitamin melalui istriku.

Besar dan bertambah besarlah kandungan istriku, kucium perut istriku, Ya Allah sempurnakan kejadian anakku Ya Allah, seperti Engkau menyempurnakan kami, aku dan istriku, sempurnakan rambut, sempurnakan kepala, sempurnakan badan, sempurnakan tangan hingga jari, sempurnakan kaki hingga jari.

Bersyukur atas nikmat pemberian ini, berdo’a dan terus berdo’a, memohon tiupkan Ruh Mu Ya Allah, Ruh yang kelak akan bersama anakku, Ruh yang sholeh, Ruh yang akan membuat anakku bisa berjalan dimuka bumi ini mencari ridhoMu.

Menjelang empat bulan ada penantian yang penting menunggu RuhNya ditiupkan kedalam rahim istriku, ku nanti, aku sering tempelkan telingaku ke perut istriku, aku lihat mungkin ada yang bergerak, aku raba, ku nanti dan aku tunggu, Ya Allah tiupkan Ruh MU tiupkan Ya Allah aku tak sabar ingin memastikan pemberianMu ini hidup Ya Allah….hidup dan sempurna….aku memohon Ya Allah….

Berita gembira itu tak lama aku dikabari istriku ketika aku dikantor, Pah…kandunganku mulai ada yang bergerak, gembira mendengar berita ini tak kuasa berlinang air mata ku, betapa Allah selalu mendengar doa ku dan mengabulkanNya, aku ingin pulang, untuk memastikanNya.

Ku cium perut istriku dan ku peluk istriku, mulai hari itu aku merasa telah bertambah penghuni rumahku.

Aku sering menasehati anakku meski masih didalam kandungan, seperti seakan dan berharap anakku mendengar ayahnya menasehatinya, jadilah anak yang sholeh, rajin sholat, beribadah kepada Allah……

Sering aku dan istriku bercanda dengan ananku ketika kuraba perut istriku, dia merespon menggerakan kaki atau tangannya.
Kami juga mulai mencarikan nama untuknya, nama yang mengandung makna, dan perasaan kami pada waktu itu sepertinya anak laki-laki sehingga namapun nama laki-laki, kuberi nama Reidza yang bermakna seorang Raja, Faza bermakna yang beruntung, seorang Raja yang beruntung…..dan Afreda bermakna anak pertama, keseluruhan nama itu bermakna Anak pertama kami seorang Raja yang kelak menjadi pemimpin yang memberi keuntungan dan kebahagian bukan hanya untuk dirinya juga untuk orang lain…..amin

Besar dan bertambah besar kandungan istriku, dan aku melihat istriku sangat kasihan sudah mulai susah berjalan padahal kami perlu untuk jalan pagi maupun sore untuk mempersiapkan kemudahan persalinan. Tetapi istriku sangat kuat dia riang melakukannya.

Menginjak bulan ke sembilan, rasa tegang, was-was, gembira, bagaimana kalau terjadi pada istriku yang tidak-tidak, berkecamuk jadi satu, mesti dokter memastikan persalinan akan normal karena posisinya bagus, tetapi hati ini tetap ada yang mengganggu. Ya Allah normalkan persalinan istrikku, sehatkan istriku, kuatkan istriku, ini persalinan pertama, dokter memastikan prediksinya anakku sehat bobotnya lumayan. Ya Allah normalkan Ya Allah……

Ketenangan ku menjelang persalinan istriku terganggu, kalau kerja aku sering telpon bagaimana udah ada yang terasa, atau tanda-tanda pertanyaanku. karena kalau itu terjadi aku harus segera bergegas pulang. Atau kalau malampun akau sering terjaga.. malam ini mungkin…malam ini…, Ya Allah tenangkanlah hatiku, lancarkanlah persalinan istriku…….

Hari itu sore hari, ketuban istriku pecah, aku ada di rumah, ku larikan istriku ke bidan dengan perasaan panik……dan gelisah….., ku tunggui istriku melahirkan……

Kegelisahan ku pecah berubah menjadi kegembiraan ku yang teramat sangat ketika kudengar tangisan bayiku dan Bidan berteriak “Anak laki-laki sempurna !!!!”, Ya Allah Yang Maha Agung terimalah sujudku ini atas Engkau lahirkan anakku seorang bayi laki-laki seperti yang hamba harapkan, bersalin dengan normal, terimalah syukurku ini Ya Allah…….

Ku bergegas ke ruang persalinan, ku ciumi istriku, kamu hebat istriku……aku sangat sayang kepadamu…..

Ku azani anakku tak tahan berlinang air mata ini melihat anakku yang sehat dan sempurna karena pemberianNYA.

Ku doakan setiap ku sujud kepadaNYA, ku doakan setiap ku gendong, Ya Allah jadikanlah anakku orang yang sholeh dan sukses hidupnya, sholehlah anakku….berhasilah anakku…..

Dua tahun berikutnya, Allah Azza Wa Jalla memberiku anak kedua, sesuai permohonanku kepadaNYA, Ya Allah berilah kami keturunan anak kedua, anak yang sholeh……Ya Aallah……, perempuan atau laki-laki bagiku sama.

Anak kedua ku laki-laki, ku doakan menyertai namanya Rivan yang bermakna Raden, dalam bahasa daerah bermakna Ruh Kebaikan (Roh Hade), Azel bermakna bijaksana dan Zachary bermakna seorang Pemimpin generasi penerus, Pemimpin muda yang seorang Pangeran, secara keseluruhan anak kedua ku adalah Seorang Pangeran yang ber-Ruh-kan Kebaikan dan yang Bijaksana…..amin.

Anak-anak ku kini telah mengijak remaja yang pertama memasuki sekolah SMA, dan kedua SMP.

Anak-anakku yang Papah cintai, cinta papah tak terbatas dan takkan pudar hingga Papah ajal, Papah selalu berdoa untuk kalian…….Ya Allah jadikanlah anak-anak ku Reidza dan Rivan, orang-orang yang sholeh yang selalu menyebut namaMU, Sujud kepada MU dan bersyukur kepada MU, jadikan mereka orang orang yang berhasil dan sukses berkehidupan, kaya akan harta dan kaya akan amal sholeh…….amin.

Papah akan selalu mencurahkan segala upaya untuk kalian, sekolah-lah yang tekun dalam menuntut ilmu baik ilmu agama amaupun ilmu iptek, bercita-citalah setinggi cita-citamu, untuk bekal hidup kalian.

Papah yang selalu sayang kepadamu.
Diki Widarta

Posted in Surgaku | No Comments »

Indahnya Keheningan Jatiluhur

Juni 4th, 2010 by dikiw
Indahnya Jatiluhur

Indahnya Jatiluhur


Indahnya Jatiluhur disore hari

Indahnya Jatiluhur disore hari


Sumber penghidupan

Sumber penghidupan

Keindahan Jatiluhur tidak bisa dilukiskan dengan kata, Waduk yang begitu luas,  kalau dipandang  lepas memandang tak berujung, keindahan di pagi hari, di siang hari,  di sore hari dan bahkan dimalam hari.
Waduk yang memiliki luas permukaan air 8.300 hektar ini dan volume air 48,4 juta meter kubik serta ketinggian air 108,96 meter dibangun tahun 1957 ini bener-bener nikmat pemberian-NYA yang sangat besar, memberi penghidupan ribuan bahkan jutaan manusia, termasuk saya meski pelancong tetapi Keindahan yang dimilikinya membuat ingin kembali.
Waduk yang dikelilingi gunung, hening riak air, semakin terhanyut mengapung di tengah waduk.

Diki Widarta

Posted in AlamNYA yang indah | 1 Comment »

Mencari Frekuensi Stasiun TV Parabola

April 26th, 2010 by dikiw

Frekuensi stasiun TV di Parabola sering pindah-pindah, kita akan kehilangan mereka, dan cari tau kemana geser frekuensinya.

Ga perlu repot dan susah, anda dapat memilih Menu Search otomatis, receiver parabola anda akan menemukan Channel yang hilang !

Caranya delete channel yang telah ga siaran, maksudnya agar preset channel tak guna terhapus dan digantikan channel baru.

Anda tinggal mengisi 4 masukan

1. Freq LNB, anda lihat pada Channel lama, atau anda cek di channel yang masih siaran, atau masukan 5150 freq standard

2. Mode Search, ada du pilihan FTA pada kesempatan pertama dan FTA+CA pada kesempatan kedua

3. DiSEqC, ini tergantung jumlan LNB anda, boleh LNB-1 pada kesempatan pertama, LNB-2 pada kesempatan kedua, dst

4. Tune 22K, Y (YES) pada kesempatan pertama dan N (NO) pada kesempatan kedua.

Dijamin anda akan menemukan stasiun TV favorite anda kembali, bahkan anda akan menemukan channel baru.  Menu ini akan menemukan Frekuensi Satelite, Symbol rate, dan PID.

Selamat mencoba……………..

Diki Widarta

Posted in hobby elektronik | No Comments »

Carole Hyatt: Jangan Bergantung Penuh pada Perusahaan

September 7th, 2009 by dikiw

Sebuah renungan untuk pribadi-pribadi maju,  karyawan-karyawan yang inovatif kreatif yang setia kepada perusahaan dan mencurahkan segala kemampunanya kepada perusahaan.   Tulisan ini dikutip dari sebuah sumber.

Diki Widarta

dikiwidarta@yahoo.com

http://dikiw.blogdetik.com

 

 

PERNAH  merasa dikhianati ?

Berhati-hatilah,  penghianatan akan lebih sering terjadi.  Bukan hanya bersifat klasik dan lebih banyak melibatkan emosi,  seperti penghianatan dalam rumah tangga oleh orang yang kita cintai,  atau oleh sahabat dan orang-orang yang kita percaya.

Pada era informasi ini,  penghianatan itu bersifat rasional,  meski tak urung melibatkan emosi juga.  Cakupan dan skalanya lebih besar dipengaruhi oleh perubahan yang disadari atau tidak tengah berlangsung didunia ini.

Penghianatan akan lebih sering dilakukan oleh perusahaan atas karyawannya yang setia,  yang lebih memberikan semua kemampuanya untuk kemajuan perusahaan tempat mereka bekerja.

Diana Moore (34) adalah warga kota Boston AS, yang mempunyai posisi yang amat baik pada perusahaan komputer yang amat besar di kota itu.  Ia membayangkan terus membangun karirnya di perusahaan tsb seperti banyak profesional lainya,  ia meyakini masa depan dan jaminan keamanan hidupnya berada sepenuhnya di tangan perusahaan.

Ketika perusahaan itu kemudian dijual kepada perusahaan lain Diana masih yakin semuanya akan berjalan seperti semula.  Kecintaan akan bidang kerja dan profesinya,  serta keyakinan pada kemampuanya beradaptasi dengan situasi baru membuat Diana memutuskan terus bergabung dengan perusahaan itu,  tapi apa yang terjadi perusahaan yang sudah berusia 20 tahun dengan gaya management yang khas itu mendadak mati dalam semalam, katika diambil alih management lain.  Tak seorangpun kini yang sungguh-sungguh melihat produk.  Tak seorangpun tahu apa yang kurasakan tau ku lakukan, atau bagaimana aku sungguh-sungguh mengetahui pasar dan menangani masalah.

Mereka tidak peduli betapa kreatifnya aku sebelumnya.  Mereka hanya mengatakan “Diana berapa klien baru yang anda peroleh ?”.  Mereka hanya bertanya soal jumlah.  Soal angka.  Soal Duit.  Aku merasa management baru ini tidak menghargai pekerjaan ku.  Aku segera meninggalkan perusahaan yang semula ku yakini akan menjadi tempat ku bekerja selama 15 tahun kedepan.

Untuk beberapa saat Diana memilih menjadi pekerja lepas.  Setelah dua tahun menjadi “konsultan jalanan”,  ia menerima tawaran dari kliennya untuk memimpin perusahaan kecil.

Kini bersama “Diana Moore Inc.” Ia memiliki kepercayaan baru, independensi, akses kepada kontak-kontak baru dan bebas mengembangkan ide-idenya.  Bisnis yang ia pimpin itu membuka kesempatan seluas-luasnya untuk menjelajahi pasar dan meluaskan keahliannya.

Contah yang dikemukakan Carole Hyatt dalam bukunya terbaru Lifetime Employability, How to become Indispensable,  memang berada di Amerika Serikat.  Tapi sebenarnya fenomena ini merupakan fenomia global yang bisa dialami pekerja pada tingkat mana saja dan diaman saja.

Carole Hyatt yang peneliti pasar dan tingkah laku sosial yang mempunyai latar belakang pengalaman dalam bisnis, pendidikan, komunikasi masa, dan teater itu,  menbukakan spektrum kemungkinan yang jarang dipertimbangkan, bahkan oleh mereka yang kreatif sekalipun (maksudnya penghianatan).  Tambahanya pula bahwa,  ada kemampuan atau hobi yang tidak disadari yang sebenarnya amat menunjang upaya manusia bertahan ditengah perubahan.

John (50) ayah dua anak adalah manager sebuah perusahaan besar di New York dan sudah bekerja diperusahaan itu selama lebih dari 20 tahun.  Suatu ketika,  perusahaan itu melakukan merger dengan perusahaan lain,  dan dalam struktur organisasi perusahaan yang baru,  John kehilangan pekerjaannya.

Apa yang bisa dilakukan,  untuk orang berusia 50 tahun,  melamar pekerjaan baru bukan hal yang mudah.  Tapi John menurut Carole,  punya hobi bermain golf,  ia seorang pemain golf yang baik,  pemimpin yang berpengalaman mengelola orang,  dan orang yang menyukai kerapihan.

Apa yang akan dilakukan John berikutnya ?  Apakah John menjadi pemain Golf Profesional ?,  atau Pengelola lapangan golf ?,  atau John mendirikan perusahaan yang bergerak pada pemeliharaan lapangan golf ?.

John kemudian mendirikan lanscaping care company.  Sekarang ia 62 tahun, menjalankan bisnisnya yang terus berkembang.  Kedua anaknya telah menyelesaikan pendidikanya di universitas dan ia bahagia, ujar Carole.

“Pikirkan diri anda,  rencanakan sesuatu untuk diri anda sendiri.  Buat hubungan yang berkualitas dengan orang-orang diluar perusahaan,  yang bisa memberikan nasehat atau membukakan jalan kalau suatu saat terjadi sesuatu pada perusahaan tempat anda bekerja,  Kita semua membutuhkan safety net”,  lanjut Carole.

“Teruslah ber;latih meningkatkan kemampuan dan menggali potensi,  jangan lagi terlampau yakin bahwa perusahaan akan memberikan jaminan karier dan hidup sampai pensiun”

Apa yang dikemukakan Carole mungkin bernada agitatif dan bertentangan dengan prinsip kesetiaan,  yang sampai saat ini banyak dipegang oleh perusahaan, juga pun pekerjanya.

Prinsip-prinsip kesetiaan itu mungkin masih relevan pada tahun 1950-an,  kata Carole.  “Kultur politik dan berbagai peristiwa pada tahun-tahun berikutnya,  seperti perang,  inflasi,  dan kini globalisasi ekonomi membuat orang harus mempertimbangkan,  bahwa “perkawinan” dengan perusahaan tak bisa lagi bersandar semata-mata pada kesetiaan dan sumpah sampai maut memisahkan kita”.  Kecuali perusahaan membuat perencanaan baru yang memberikan jaminan keamanan bagi karier dan kehidupan karyawan beserta keluarganya.

Seperti proyeksi Nasbitt dalam Megatrend 2000 dan mengacu pada William H. Whyte dalam buku Organization Man,  Carole Hyatt mengatakan pendapat bahwa, Perusahaan besar merupakan tempat berlabuh karena jaminan karier dan kesejahteraan seumur hidup adalah impian masa lampau.

Pada saat ini dan pada masa-masa mendatang,  perusahaan-perusahaan kecil dan menengahlah yang akan mampu bertahan menghadapi persaingan.  Sementara perusahaan besar tampak seperti raksasa kekenyangan yang lamban karena birokrasi dan tidak efisien.

Carole Hyatt sendiri adalah profesional yang menciptakan karier untuk dirinya sendiri,  mulai sebagai guru sekolah dasar hingga perguruan tinggi antara lain John Hopkins University,  Columbia Business School,  University of Illionis dan lain-lain.

Ia menekuni bidang pengembangan diri wanita bekerja dan membawakan acara televisi yang mengetengahkan berbagai permasalahan wanita bekerja serta memberikan saran-saran pemecahanya.  Aktifitasnya  sekarang memberikan ceramah motivasi serta lokakarya interaktif dalam skala internasional.  Ia melakukan perjalanan secara reguler,  dan berbicara audience,  mulai dari pemilik bisnis kecil di Jamaika sampai profesional perusahaan Multi Nasional Jepang.

Ia membantu perusahaan-perusahaan Fortune, lembaga media dan pemerintahan untuk menciptakan ratusan produk baru,  program dan jasa.  Merilis berbagai buku, antara lain Shifting Gears, Mastering Carrier Change, dll.

Posted in Pemikiran dan harapan | 3 Comments »

Membuat Pemancar Radio Telekomunikasi

September 2nd, 2009 by dikiw

Pemancar Radio Komunikasi merupakan perangkat yang didesign dan dirakit oleh yang hoby elektronika radio,  dan akan terus dikreasikan sepanjang masa  meski perangkat handphone dan WAP yang relatip murah lahir tetap tidak tergantikan.

Proses komunikasi melalui radio yang dibuat sendiri ini sangat menantang,  bagaimana tidak ?.  Untuk dapat melangsungkan komunikasi dengan lawan bicara,  kita dituntut membuat perangkat pemancar,  mulai dari design power suppy,  oscillator,  buffer, driver,  RF power amplifier,  modulator dll  hingga antena.  Bagaimana dengan perangkat penerimanya,  kita akan pilih dari dua cara penyiapan,  pertama memodifikasi penerima radio yang sudah ada (buatan pabrik) ini yang lebih cepat dan murah,  atau mendesign sendiri. 

Yang menarik lagi bahwa,  untuk membuat kedua perangkat tsb,  tidak mesti dari komponen baru,  anda bisa mencari transistor, dioda dll dari loakan,  sehingga biaya pembuatan sangat-sangat minim.

Berikutnya pada frekuensi berapa kita akan memancar untuk berkomunikasi dengan lawan bicara.  ITU (International Telecommunication Union) telah mealokasikan beberapa frekuensi yang diperuntukan,  dan menurut saya ada di Band 80 meter atau 3,5 MHz s/d 3,9 MHz lah yang paling populer disamping band 11 meter atau 27 MHz yang mulai ditinggalkan.

Sekarang anda boleh coba ambil penerima radio yang dilengkapi dengan SW1, tune pada 3,5 s/d 3,9 MHz terutama pada sore malam hingga pagi hari banyak Station Amatitr Radio berkomunikasi satu dan lainya,  kalau anda perhatikan yang disampaikan lebih banyak teknik radio, anda akan bertambah wawasan Radio disana.

Kalau anda punya Transistor 2N2222 empat buah anda rangkai satu transistor sebagai oscillator, satu sebagai buffer dan dua lagi sebagai RF Amplifier yang di pushpull, anda bisa mengudara sekarang juga.  Mudah bukan…..

Udah dulu yah nanti disambung lagi.

dikiwidarta@yahoo.com

http://dikiw.blogdetik.com

Posted in Radio Amatir pemancar | 2 Comments »

Membuat Test Bench Avionics

September 2nd, 2009 by dikiw

Test bech merupakan alat bantu uji,  sekira anda punya masalah dengan perangkat elektronika, anda memerlukan Test bench ini.

Test bench dibuat sangat spesifik tergantung karakteristik perangkat yang akan diuji.

Saya akan menyoalkan Avionics,  Aviation electronics adalah perangkat elektronika atau listrik pesawat terbang,  tanpa kecuali sekira peralatan tersebut dibangun oleh komponen electronika itu AVIONICS.    Saya ingin merubah pandangan bahwa Avionics hanya kepada perangkat sistem Navigasi dan Komunikasi,  jadi Avionics alaah perangkat  elektronika pesawat didalamnya termasuk Navigasi, Komunikasi, Instrumentasi, Propulsi, Hydroulics, Pneumatics, Electrical Generation dan seluruhnya.

Perangkat Test bench Avionics memiliki tingkat kemampuan , ada pada tingkat Organization Level atau Flight Line Maintenance Level (O - level), Intermediate level ( I - Level) dan Depot Level (II - level).

Pada O - Level, Test bench berkemampuan menentukan kerusakan pada Unit perangkat System atau LRU (Line Replacable Unit). I - Level berkemampuan mecapai Card . Module dalam LRUs, sedang II - Level akan menentukan hingga sampai device elektronik-nya.

Pembuat LRUs biasanya menyediakan juga fasilitas Test bench yang dimaksud, tentu dengan harga yang relatif mahal, mengapa tidak membuat sendiri.

Untuk membuat Test bench ini, pertama kita harus menentukan Level kemampuan Test bench apakah level O, level I atau Level II berikutntnya pahami karakteristik  Unit Under Testnya.

Nanti akan saya jelaskan bagaimana membuat ke tiga Level tsb….tunggu yah.

dikiwidarta@yahoo.com

http://dikiw.blogdetik.com

Posted in Avionics | No Comments »

Membangun Surga

Agustus 14th, 2009 by dikiw

Surga adalah sebuah tempat  dimana puncak kenikmatan hadir disana.    Dimana itu Surga ?,   hanya dijangkau oleh keyakinan,   berdasarkan “Referensi” yang dipegang masing-masing,   bagaimana jika mereka yang tidak memiliki “referensi”,?  kasian sekali.    Ada yang tidak peduli dengan  Surga,  ada orang bilang,  halah……. apa sih Surga,  jauh dan tak terjangkau,  itu nanti bla…bla…bla…

Tetapi bagi saya Surga adalah target hidup.  Dan Surga ada disini sangat dekat,  membangun Surga ternyata tidak sulit,  mudahnya Surga didapat.

Dan Surga dibangun tak pernah berhenti selama nafas mengalir di dada.

Hari ini Surga telah saya dapatkan, betapa nikmat memiliki Surga,

Nikmat diberi hidup,  sehingga dapat bernafas sedalam-dalamnya serasa udara dijagat raya ini masuk kedalam paru-paruku dan oxigen masuk mengisi keseluruh tubuhku,  mengalir deras memasuki pipa-pipa micro paru-paru hingga ke ujung jari tangan,  jari kaki,  terus dan terus,  berapa triliun cubic Oxigen yang ENGKAU berikan kepadaku,   saya tak bisa membalasNYA.

Nikmat diberi sehat,  karena sehat saya bisa berjalan dimuka bumi ini,  kemana saya mau,  karena sehat saya bisa menikmati kemurahanMU,  nikmat dapat melihat,  merahnya Matahari pagi,  birunya langit,  mejikuhibiniu-nya pelangi, kemilaunya galaksi bintang dimalam hari,  warna-MU begitu indah.  Lezatnya makanan-MU, saya bisa merasakan manisnya anggur,  mangga,  strawberi dan triliunan rasa yang ENGKAU berikan kepadaku, termasuk nikmatnya air yang saya minum,  mengalir dikerongkongan dan mamasuki seluruh tubuhku.  

Nikmat diberi keluarga,  diberi kepercayaan hidup dengan Istri,   DIA telah menjodohkan saya dengan istriku yang saya cintai,  yang telah saya mintakan kepadaNYA untuk hidup dengan saya,  DIA mengabulkan do’a saya dan saya dipersatukan-NYA untuk membangun keluarga.  Membesarkan titipan-NYA buah hati yang kelak menjadi pewaris penikmat KARUNIA-NYA,  NIKMAT-NYA yang tak terhingga.  Tiga buah hati yang seantiasa menjadi sumber kebahagiaan hidup,  bercerita,  senda gurau,  canda, tawa,  pergi bersama.  Tak sanggup mendetailkan nikmat pemberian-NYA berkeluarga. 

Nikmat diberi rejeki,  DIA telah memberiku rejeki yang luas,  rejeki-NYA yang banyak datang dari berbagai arah,  Subhanallah…..subhanallah….alhamdulillah….. alhamdulillah saya tak bisa mengungkapkan rasa syukur kepadaNYA.

Tak bisa saya detailkan NIKMAT-NYA,  seumpama luasnya jagat raya adalah halaman tempat menuliskan nikmatNYA, tak cukup, bagaimana electron darah berputar mengelilingi proton hingga darah tetap mencair dan bergerak, pompa jantung berdetak yang semua itu saya tidak terlibat,  saya yang hanya menumpang di badan ini,  patutkah saya mengingkari pemberian nikmat-MU, tidak. 

Ya ALLAH tetapkanlah Surga kenikmataan ini menjadi milikku, istri dan buah hati kami.

 

Amin….

dikiwidarta@yahoo.com

http://dikiw.blogdetik.com

Posted in Surgaku | 2 Comments »

Cari penghasilan tambahan

Juni 17th, 2009 by dikiw

Siapa sangka penghasilan tambahan sulit didapat, dalam enam bulan terakhir ini saya dan istri bisa memperolah tambahan hampir satu juta rupiah setiap minggunya.
Awalnya termotivasi dari ketidak jelasan perusahaan yang mengurangi pendapatan tempat saya kerja, bertekad ingin membuktikan bahwa saya juga mampu mendapatkan tambahan diluar tidak mesti dikantor.
Bisnis ini jasa penjualan atau perdagangan, modal awal saya Rp 500.000 sekarang hampir Rp. 20 juta ,

Sekarang saya bisa buktikan kepada orang-orang bahwa penghasilan yang dipotong kantor telah tergantikan lebih banyak.

Rencana berikutnya saya akan membuka cabang dengan modal Rp. 60 juta, akan mendapatkan keuntungn minimal Rp 5 juta

Mau ikutan ?

Diki W

Posted in Pemikiran dan harapan | 5 Comments »

Krisis Listrik, kenapa bisa ?

Juni 17th, 2009 by dikiw

Sering saya mengalami pemadaman listrik, katanya krisis listrik.
Kemudian dihimbau untuk menghemat listrik.
Ini negara kaya energi mengapa bisa, kalau saja ini mereka peka tak akan terjadi.
Coba perhatikan wilayah kita energi angin berlimpah mengapa tidak dimanfaatkan, belum lagi energi matahari, energi ombak dll.

Kita selalu terpaku kepada investasi milyaran bahkan triliunan untuk mengadakan sumber listrik, coba sekarang berfikir dengan pembuatan satelit-satelit pembangkit.
Contohnya pembangkit listrik 100KW tenaga angin, ini bisa untuk satu RW, atau 10KW tenaga matahari untuk satu RT, mengapa tidak ?
Kedepan listrik moga lebih baik, lebih murah dan banyak.

Salam
Diki W.

Posted in Pemikiran dan harapan | 3 Comments »

Anak Kunci

Mei 13th, 2009 by dikiw and tagged

Anak kunci seperti sepele, ukurannya kecil bentuknya bisa bulat atau pipih.  Orang menyimpannya di dompet atau di saku celana.  Kalau hilang bisa berabe, anda tidak bisa pergi naik motor atau mobil bahkan mau terbang sekalipun perlu anak kunci.  Simpanlah baik-baik  !

Setiap insan ingin hidup,  ketika Ruh ditiupkan hiduplah dirimu,  riang gembira hatimu karena hidup,  tersungkurlah dirimu kepadaNYA kerena hidup.

Diki W.

Posted in Grendel | No Comments »

« Previous Entries